Selasa, 15 Maret 2016

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

 

Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya. Dikarenakan manusia memiliki akal, pikiran dan rasa. Tuntunan hidup manusia lebih dari pada tuntutan hidup makhluk lainnya yang membuat manusia berfikir lebih maju untuk memenuhi kebutuhan. Dari proses ini maka lahirlah apa yang disebut pandangan hidup. Setiap manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda, pengelompokan pandangan hidup menciptakan paham atau aliran. Jadi pengertian dari Pandangan Hidup adalah bagaimana manusia memandang kehidupannya.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.

Sumber pandangan hidup memiliki 3 kelompok : 
  1.  Pandangan hidup yang bersumber dari agama, pandangan hidup ini memiliki kebenaran mutlak. Contoh pandangan hidup orang muslim bersmber dari al-Qur’an dan as-sunnah 
  2. Pandangan hidup yang bersumber dari ideologi merupakan abstaksi dari nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa. Misalnya ideologi pancasila.
  3.  Pandangan hidup yang bersumber dari hasil renungan seseorang sehingga dapat merupakan ajaran atau etika hidup. Misalnya aliran kepercayaan seperti agama Animisme, Kong Chu, Sinto, Budha, Hindu, dll.
Cita-Cita adalah keinginan, harapan, tujuan, yang selalu ada dalam pikiran. Cita-cita merupakan pandangan masa depan dan pandangan hidup dimasa yang akan datang. Faktor manusia yang ingin mencapai cita-citanya ditentukan oleh kualitas manusianya. Cara keras dalam mencapai cita-cita merupakan suatu perjuangan hidup yang apabila berhasil akan menimbulkan kepuasan.
Usaha dan Perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau berusaha. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan ilmu atau tenaga bahkan juga dengan kemampuan, karena kemampuan itulah tingkat kemakmuran manusia berbeda-beda.
Keyakinan/Kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. dalam kehidupan, manusia mempunyai banyak keyakinan atas suatu hal. Dengan keyakinannya inilah, kemudian manusia bertindak sebagai makhluk budaya. Keyakinan yang dimiliki manusia bisa berwujud bermacam-macam. Dalam hal agama, keyakinan itu berarti menyakini secara pasti dan benar bahwa Allah adalah Sang Maha Pencipta. Dalam bidang kehidupan manusia menggunakan keyakinan sebagai cara dalam menempuh kehidupan. Tanpa keyakinan kehidupanakan diliputi oleh bimbang.

Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat : 
  • Aliran Naturalisme : berhubungan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi.
  • Aliran Intelektualisme : dasar aliran ini adalah akal atau logika.
  • Aliran Gabungan : gabungan dari kedua aliran tersebut, yaitu kekuatan gaib dan juga akal.

Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik sebagai  sarana mcncapai tujuan dan  cita-cita dengan baik :
  1.  Mengenal
  2. Mengerti
  3. Menghayati
  4. Meyakini
  5. Mengabdi

Makna dari Sikap Hidup

Sikap hidup adalah keadaan hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap itu bisa positif, bisa negatif, apatis atau sikap optimis atau persimis, tergantung pada pribadi orang itu dan juga lingkungannya. Dalam menghadapi kehidupan, yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia, ada beberapa sikap etis dan nonetis. Sikap etis ini disebut juga sikap positif yaitu sikap lincah, sikap tenang, dikap halus, sikap berani, sikap arif, sikap rendah hati dan sikap bangga. Sikap nonetis atau negatif ialah sikap kaku, sikap gugup, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh, sikap rendah diri.

Menurut van peursen, ada tiga periode peralihan yang mencolok yang di alami manusi
  • Tahap Mitis : sikap manusia yang merasa dirinya terkepung oleh kekuatan gaib disekitarnya. yaitu kekuasaan dewa-dewa alam raya atau kekuasaan kesuburan.
  • Tahap Antiologi : sikap manusia yang tidak hidup lagi dalam keapungan, ia menyusun suatu ajaran atau teori mengenai dasar hakikatnya segala sesuatu (antologi) dan mengenai segala sesiatu menurut perinciannya (ilmu-ilmu).
  • Tahap Fungsianal : sikap dan alam pikiran yang makin nampak dalam diri manusia modern. Ia tidak begitu terpesona lagi oleh lingkungan (sikap mitis).


Sumber/referensi :
https://10menit.wordpress.com/tugas-kuliah/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-pandangan-hidup-bab8/
https://sanusiadam79.wordpress.com/2013/04/25/manusia-dan-pandangan-hidup/
http://sabrinahrhp.blogspot.co.id/2015/05/manusia-dan-pandangan-hidup.html